Yogyakarta..... kota ini membuat ku selalu kangen ingin kembali lagi, kota yang cukup romantis untuk menghabiskan waktu dan melarikan diri dari kejaran rutinitas ibukota,..
Februari 2016, Ide petualangan ke jogja ini terjadi sangat dadakan, antara aku dan fika, dimana saat itu kita masih satu team di "marketing cantik". (narsis banget yah....hhehe).Lagi lagi tuntutan pekerjaan membuat kita bosan lalu kita iseng buka hp dan cari tiket ke jogja, kebetulan saat itu ada tiket murah dari jakarta-jogja cuma 80 ribu saja.Tanpa menunggu lama kita book, disitulah bermula petualangan jogja kita.
Hari kamis menjadi pilihan untuk pergi supaya bisa menikmati jogja dengan waktu yang cukup lama.
kamis pagi aku dan fika ketemuan di stasiun senin, perjuangan ku ke sana cukup melelahkan karena saat itu tanpa di duga hari hujan, rencana pergi mendadak dan hujannya pun mendadak, weeeew...
tapi derasnya hujan tidak menyurutkan keinginan ku untuk pergi, dengan keadaan basah aku dan gojek meluncur ke TKP.sampai di stasiun aku sudah basah kuyup, setelah ganti baju aku dan fika menunggu kereta untuk berangkat ke jojga.
Perjalanan di kereta cukup lama tapi kita tetap semangat memikirkan tempat tempat yang akan kita kunjungi nantinya.Berhubung fika sudah pernah ke jogja sebelumnya jadi aku tidak terlalu khawatir.
Setelah magrib kita akhirnya sampai di stasiun jogja... yeeeey jogja we are comingggg...
Kita langsung order gojek untuk mengantarkan kita ke EDU hostel yang sudah kita pesan online sebelumnya,Done.... kita sampai Edu lalu kita masuk kekamar yang sudah di reservasi, Edu hostel cukup memuaskan, kamarnya lumayan luas dengan tiga tempat tidur bertingkat, kamarnya bersih dan kamar mandinya seperti hotel,tapi bajet nya hostel,.....(bukan iklan loh ya....).setelah membersihkan diri, kita lalu wisata malam sekitar hotel sambil mencari makan.
Candi Borobudur
Besok paginya kita langsung bersiap untuk keliling jogja.target pertama tentunya candi borobudur, kita meluncur ke sekitaran malioboro untuk mencari motor sewaan, setelah dapat kita langsung ke arah candi ternyata jaraknya cukup jauh, modal nekat ga tau arahnya hanya berbekal GPS, aku sebagai penumpang berkolaborasi dengan fika sebagai driver.....👯👯.Perjalan ini mempunyai kenangan sendiri yang membuat aku senyum senyum sendiri ketika ingat saat itu, ceritanya kita berdua sama sama tidak tau arah kecandi... hanya pasrah dan percaya ke GPS, kita di tunjuk kan jalan pintas, tapi sama sekali tidak curiga sedikitpun, ternyata kita di masuk ke dalam kebun jagung yang ujungnya jurang ,... wkwkkwk ,mungkin untuk rute jalan kaki itu masih ok.tapi kalau bawa motor masa kita harus gotong motor.... hhahahah, akhirnya kita putar balik arahnya, dengan kebingungan tapi happy akhirnya kita sampai di candi borobudur.....yuhuuuuu....
Satu keajaiban dunia sudah berada didepan mata,.... panas terik tidak menjadi halangan, kita menelusuri setiap sisi candi, aku sangat bahagia karena ini salah satu tempat yang masuk dalam daftar backpacker ku...setelah puas keliling dan mengabadikan diri dengan berpose se maximal mungkin, kita turun dari candi dan menuju keraton,.. pengen nya ketemu sultan tapi apa daya hamba hanya rakyat jelata... wkwkkw.Melihat kolam di keraton berasa kembali kemasa lalu seperti melihat putri kerajaan sedang mandi dan bercanda tawa,... efek kebanyakan nonton film kerajaan 👯👀👀.
Kalau jalan jalan ga shoping kayaknya ga afdol ya guys,,, beli beberapa souvenir didekat keraton dan kita pun pulang menuju hostel,,,bersiap untuk rencana berikut nya.Malamnya kita jalan jalan sekitar daerah prawirataman niatnya mau cari hostel biar ketemu banyak bule secara disana kampung bule nya jogja, tapi setelah cek beberapa hostel tapi tidak ada yang berkenan di hati, niat pun dibatalkan dan kita kembali ke edu hostel.
Bangun pagi kita langsung menyantap makanan yang di sediakan edu hostel,,, pak bule dan bu bule pun tak ketinggalan ikut breakfast.
Pantai Timang
Sasaran berikutnya adalah Pantai Timang,...jujur kita berdua tidak tau info lengkap tentang pantai ini yang kita tau adalah ingin merasakan naik gondola tradisional yang ada di pantai ini.masih dengan di temani motor sewaan dan gps di tangan kita menuju Pantai Timang,...perjalanan nya cukup menguras tenaga.Kita berjalan ke daerah Gunung Kidul, tapi bukan untuk minta pesugihan yes.....
Dalam pikiran ku pantai ini seperti pantai lain yang datar perjalanan nya tapi ternyata oh ternyata,.......zoooooonkkkkkk. di luar dugaan,,,, untuk sampai kepantai ini kami harus melewati jalan yang extreme, mendaki dan jalannya di penuhi batu batu besar yang tajam,... uji nyali kita di pantai ini, setengah perjalanan kita akhirnya menyerah untuk satu motor karena khawatir jatuh atau ban nya bocor, aku memakai jasa ojek, ojek di sini menggunakan ban yang tidak biasa, tapi seperti ban balap atau ban motor trail sehingga mudah beradaptasi dengan batu batu tajam selama perjalanan,.. beberapa menit uji nyali kita sampai juga di tempat tujuan,... rasa lelah dan takut terbayarkan sudah oleh keindahan pantai ini, Gondola itu memang nyata, tidak berbeda jauh dengan gondola yang ada, hanya saja gondola ini terbuat dari susunan kayu yang di buat kotak untuk menampung sekitar 2 orang, kita beristirahat sejenak untuk menikmati pemandangan pantai di warung mie, kita hanya senyum senyum melihat beberapa anak cewe yang diangkut gondola ke karang yang ada di tengah laut, teriakan mereka begitu nyaring memekak kan telinga, takut tapi mungkin penasaran,..Dulu nya gondola di buat untuk alat penyeberangan oleh para nelayan setempat untuk memancing ikan di batu karang besar yang ada di tengah laut, tapi lama kelamaan berubah fungsi menjadi tempat pariwisata.
saat itu biaya untuk naik gondola RP 150 ribu, cukup mahal ya... tapi penasaran di hati membuat kita melupakan hitung hitungan itu.fix.... kita harus naik,.....kita berdua naik gondola kayu dan mengantarkan kita ketengah laut.yang ada di pikiran adalah takut gondola putus dan jadilah kita makanan hiu laut,,,, parno banget.ketakutan itu bertambah saat nelayan yang mengontrol gondola memberhentikan gondola kami di tengah laut,.. ya tuhan,,.. ngeri nya bukan main main,.. tapi tak lama nelayan itu mengulurkan kembali tali agar kami sampai di karang yang di tuju. waw,.. karangnya begitu besar bisa untuk menampung seratus atau lebih orang ,, tapi tetap dengan permukaan yang tajam seperti jalanan menuju pantai ini,.istirahat sebentar sambil poto-poto,berhubung hari sudah hampir sore, kami pun kembali ketepi pantai dan turun dari menuju bibir pantai, menikmati pantai yang sebenarnya dengan air laut yang biru.
kembali dengan menggunakan ojek lokal aku pulang di ikuti fika yang mengendarai motor sendiri.
sampai di jalan yang bagus aku beralih ke motor yaang di kendarai fika.
Trick eyes
Tujuan kita berikutnya adalah gumuk pasir, aku sudah membayang kan akan menari nari di tengah gurun pasir seperti di arab sana, tapi apadaya, hari mendadak hujan, dan kita pun merubah rencana untuk pergi ke tempat lain nya, Trick eyes menjadi pilihan berikutnya,.. tanpa menunggu lagi kita meluncur ke TKP dengan biaya sekitar 40 ribu kita masuk ke trick eyes ,... yaitu museum virtual yang membuat foto kita terlihat nyata dengan beberapa lukisan yang unik.
setelah puas ber foto ria kita akhirnya memutuskan pulang ke hostel dan istirahat sejenak,karena malam nanti kita rencananya ke alun alun jogja dan malioboro.
Malioboro
Malam yang cerah rugi kalau cuma di lewatkan dengan acara tidur saja,..sampai lah kita di malioboro, aku dan fika berpencar mencari barangbarang yang kita inginkan di sekitar malioboro dan setelah itu kita makan di depan pasar malioboro, yah memang benar info yang kita terima, tempat makan disana mematok harga yang diluar nalar, tapi ya sudah lah mau bilang apa nasi sudah sampai di perut jadi kewajiban ita membayar tapi jadi pelajaran aja kedepan nya buat teman teman yang nantinya ke jogja cari alternatif tempat makan yang lain ya.setelah makan kita beranjak ke alun alun jogja, ramai sekali tapi cukup asik rasanya malas untuk beranjak pulang.
setelah dari alun alun kita pergi nongkrong di cafe tempat teman nya fika bekerja, kita dapat teman baru di sana, tanpa terasa waktu sudah malam, kita pun memutuskan untuk kembali ke hostel.
Hari ke empat dan hari terakhir kita di jogja, hari ini kita lagi kebingungan karena tiket pulang ke jakarta sangat mahal, saat memesan tiket pergi kita tidak memikirkan tiket pulang ya begitulah kalau perginya mendadak.tapi kita tidak habis akal, setelah check out dari hostel kita pesan gojek untuk mengantarkan kita ke terminal jogja, akhirnya kita naik bus, dan ternyata naik bus tidak menyenangkan seperti naik kereta, dan yang pastinya lebih lama, itu lah pelajaran berharga yang kita dapatkan.sekitar jam 10 malam kita sampai di jakarta dengan selamat.semoga suatu saat bisa kembali ke yogjakarta.
Februari 2016, Ide petualangan ke jogja ini terjadi sangat dadakan, antara aku dan fika, dimana saat itu kita masih satu team di "marketing cantik". (narsis banget yah....hhehe).Lagi lagi tuntutan pekerjaan membuat kita bosan lalu kita iseng buka hp dan cari tiket ke jogja, kebetulan saat itu ada tiket murah dari jakarta-jogja cuma 80 ribu saja.Tanpa menunggu lama kita book, disitulah bermula petualangan jogja kita.
Hari kamis menjadi pilihan untuk pergi supaya bisa menikmati jogja dengan waktu yang cukup lama.
kamis pagi aku dan fika ketemuan di stasiun senin, perjuangan ku ke sana cukup melelahkan karena saat itu tanpa di duga hari hujan, rencana pergi mendadak dan hujannya pun mendadak, weeeew...
tapi derasnya hujan tidak menyurutkan keinginan ku untuk pergi, dengan keadaan basah aku dan gojek meluncur ke TKP.sampai di stasiun aku sudah basah kuyup, setelah ganti baju aku dan fika menunggu kereta untuk berangkat ke jojga.
Perjalanan di kereta cukup lama tapi kita tetap semangat memikirkan tempat tempat yang akan kita kunjungi nantinya.Berhubung fika sudah pernah ke jogja sebelumnya jadi aku tidak terlalu khawatir.
Setelah magrib kita akhirnya sampai di stasiun jogja... yeeeey jogja we are comingggg...
Kita langsung order gojek untuk mengantarkan kita ke EDU hostel yang sudah kita pesan online sebelumnya,Done.... kita sampai Edu lalu kita masuk kekamar yang sudah di reservasi, Edu hostel cukup memuaskan, kamarnya lumayan luas dengan tiga tempat tidur bertingkat, kamarnya bersih dan kamar mandinya seperti hotel,tapi bajet nya hostel,.....(bukan iklan loh ya....).setelah membersihkan diri, kita lalu wisata malam sekitar hotel sambil mencari makan.
Candi Borobudur
Besok paginya kita langsung bersiap untuk keliling jogja.target pertama tentunya candi borobudur, kita meluncur ke sekitaran malioboro untuk mencari motor sewaan, setelah dapat kita langsung ke arah candi ternyata jaraknya cukup jauh, modal nekat ga tau arahnya hanya berbekal GPS, aku sebagai penumpang berkolaborasi dengan fika sebagai driver.....👯👯.Perjalan ini mempunyai kenangan sendiri yang membuat aku senyum senyum sendiri ketika ingat saat itu, ceritanya kita berdua sama sama tidak tau arah kecandi... hanya pasrah dan percaya ke GPS, kita di tunjuk kan jalan pintas, tapi sama sekali tidak curiga sedikitpun, ternyata kita di masuk ke dalam kebun jagung yang ujungnya jurang ,... wkwkkwk ,mungkin untuk rute jalan kaki itu masih ok.tapi kalau bawa motor masa kita harus gotong motor.... hhahahah, akhirnya kita putar balik arahnya, dengan kebingungan tapi happy akhirnya kita sampai di candi borobudur.....yuhuuuuu....
Satu keajaiban dunia sudah berada didepan mata,.... panas terik tidak menjadi halangan, kita menelusuri setiap sisi candi, aku sangat bahagia karena ini salah satu tempat yang masuk dalam daftar backpacker ku...setelah puas keliling dan mengabadikan diri dengan berpose se maximal mungkin, kita turun dari candi dan menuju keraton,.. pengen nya ketemu sultan tapi apa daya hamba hanya rakyat jelata... wkwkkw.Melihat kolam di keraton berasa kembali kemasa lalu seperti melihat putri kerajaan sedang mandi dan bercanda tawa,... efek kebanyakan nonton film kerajaan 👯👀👀.
Kalau jalan jalan ga shoping kayaknya ga afdol ya guys,,, beli beberapa souvenir didekat keraton dan kita pun pulang menuju hostel,,,bersiap untuk rencana berikut nya.Malamnya kita jalan jalan sekitar daerah prawirataman niatnya mau cari hostel biar ketemu banyak bule secara disana kampung bule nya jogja, tapi setelah cek beberapa hostel tapi tidak ada yang berkenan di hati, niat pun dibatalkan dan kita kembali ke edu hostel.
Bangun pagi kita langsung menyantap makanan yang di sediakan edu hostel,,, pak bule dan bu bule pun tak ketinggalan ikut breakfast.
Pantai Timang
Sasaran berikutnya adalah Pantai Timang,...jujur kita berdua tidak tau info lengkap tentang pantai ini yang kita tau adalah ingin merasakan naik gondola tradisional yang ada di pantai ini.masih dengan di temani motor sewaan dan gps di tangan kita menuju Pantai Timang,...perjalanan nya cukup menguras tenaga.Kita berjalan ke daerah Gunung Kidul, tapi bukan untuk minta pesugihan yes.....
Dalam pikiran ku pantai ini seperti pantai lain yang datar perjalanan nya tapi ternyata oh ternyata,.......zoooooonkkkkkk. di luar dugaan,,,, untuk sampai kepantai ini kami harus melewati jalan yang extreme, mendaki dan jalannya di penuhi batu batu besar yang tajam,... uji nyali kita di pantai ini, setengah perjalanan kita akhirnya menyerah untuk satu motor karena khawatir jatuh atau ban nya bocor, aku memakai jasa ojek, ojek di sini menggunakan ban yang tidak biasa, tapi seperti ban balap atau ban motor trail sehingga mudah beradaptasi dengan batu batu tajam selama perjalanan,.. beberapa menit uji nyali kita sampai juga di tempat tujuan,... rasa lelah dan takut terbayarkan sudah oleh keindahan pantai ini, Gondola itu memang nyata, tidak berbeda jauh dengan gondola yang ada, hanya saja gondola ini terbuat dari susunan kayu yang di buat kotak untuk menampung sekitar 2 orang, kita beristirahat sejenak untuk menikmati pemandangan pantai di warung mie, kita hanya senyum senyum melihat beberapa anak cewe yang diangkut gondola ke karang yang ada di tengah laut, teriakan mereka begitu nyaring memekak kan telinga, takut tapi mungkin penasaran,..Dulu nya gondola di buat untuk alat penyeberangan oleh para nelayan setempat untuk memancing ikan di batu karang besar yang ada di tengah laut, tapi lama kelamaan berubah fungsi menjadi tempat pariwisata.
saat itu biaya untuk naik gondola RP 150 ribu, cukup mahal ya... tapi penasaran di hati membuat kita melupakan hitung hitungan itu.fix.... kita harus naik,.....kita berdua naik gondola kayu dan mengantarkan kita ketengah laut.yang ada di pikiran adalah takut gondola putus dan jadilah kita makanan hiu laut,,,, parno banget.ketakutan itu bertambah saat nelayan yang mengontrol gondola memberhentikan gondola kami di tengah laut,.. ya tuhan,,.. ngeri nya bukan main main,.. tapi tak lama nelayan itu mengulurkan kembali tali agar kami sampai di karang yang di tuju. waw,.. karangnya begitu besar bisa untuk menampung seratus atau lebih orang ,, tapi tetap dengan permukaan yang tajam seperti jalanan menuju pantai ini,.istirahat sebentar sambil poto-poto,berhubung hari sudah hampir sore, kami pun kembali ketepi pantai dan turun dari menuju bibir pantai, menikmati pantai yang sebenarnya dengan air laut yang biru.
kembali dengan menggunakan ojek lokal aku pulang di ikuti fika yang mengendarai motor sendiri.
sampai di jalan yang bagus aku beralih ke motor yaang di kendarai fika.
Trick eyes
Tujuan kita berikutnya adalah gumuk pasir, aku sudah membayang kan akan menari nari di tengah gurun pasir seperti di arab sana, tapi apadaya, hari mendadak hujan, dan kita pun merubah rencana untuk pergi ke tempat lain nya, Trick eyes menjadi pilihan berikutnya,.. tanpa menunggu lagi kita meluncur ke TKP dengan biaya sekitar 40 ribu kita masuk ke trick eyes ,... yaitu museum virtual yang membuat foto kita terlihat nyata dengan beberapa lukisan yang unik.
setelah puas ber foto ria kita akhirnya memutuskan pulang ke hostel dan istirahat sejenak,karena malam nanti kita rencananya ke alun alun jogja dan malioboro.
Malioboro
Malam yang cerah rugi kalau cuma di lewatkan dengan acara tidur saja,..sampai lah kita di malioboro, aku dan fika berpencar mencari barangbarang yang kita inginkan di sekitar malioboro dan setelah itu kita makan di depan pasar malioboro, yah memang benar info yang kita terima, tempat makan disana mematok harga yang diluar nalar, tapi ya sudah lah mau bilang apa nasi sudah sampai di perut jadi kewajiban ita membayar tapi jadi pelajaran aja kedepan nya buat teman teman yang nantinya ke jogja cari alternatif tempat makan yang lain ya.setelah makan kita beranjak ke alun alun jogja, ramai sekali tapi cukup asik rasanya malas untuk beranjak pulang.
setelah dari alun alun kita pergi nongkrong di cafe tempat teman nya fika bekerja, kita dapat teman baru di sana, tanpa terasa waktu sudah malam, kita pun memutuskan untuk kembali ke hostel.
Hari ke empat dan hari terakhir kita di jogja, hari ini kita lagi kebingungan karena tiket pulang ke jakarta sangat mahal, saat memesan tiket pergi kita tidak memikirkan tiket pulang ya begitulah kalau perginya mendadak.tapi kita tidak habis akal, setelah check out dari hostel kita pesan gojek untuk mengantarkan kita ke terminal jogja, akhirnya kita naik bus, dan ternyata naik bus tidak menyenangkan seperti naik kereta, dan yang pastinya lebih lama, itu lah pelajaran berharga yang kita dapatkan.sekitar jam 10 malam kita sampai di jakarta dengan selamat.semoga suatu saat bisa kembali ke yogjakarta.
